Tuesday, 25 August 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Mohamad Syahrir yang diduga terlibat dalam peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, 17 Juli, pernah menjabat sebagai Ketua Partai Keadilan (PK) Ranting Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 1998.

"Pada tahun 1998, Syahrir pernah menjabat sebagai Ketua PK Ranting Teluknaga sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 1999," ujar Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang Ruhammaben di Tangerang, Senin (25/8).

PK berubah nama menjadi PKS untuk bisa mengikuti Pemilu 2004 setelah pada Pemilu 1999 gagal mencapai batas minimum perolehan suara (electoral threshold).



Ruhammaben menjelaskan, Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri benar merupakan adik kandung dari Anugrah, mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang tahun 2004-2009 dari PKS. Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi karena diduga terlibat peledakan bom di Mega Kuningan.

Ruhammaben mengaku, selama menjadi Ketua PK tahun 1998, Syahrir sering kali tidak sejalan dalam soal politik dan berseberangan dengan garis politik yang diterapkan PK. Hal itu menyebabkan Syahrir menjadi tidak terlalu aktif di PK. "Syahrir tidak senang dengan aliran demokratis, itu kata kakaknya, Anugrah, kepada saya," ujar Ruhammaben.

"Siapa pun kadernya yang berseberangan dengan dirinya dianggap kafir. Pak Anugrah yang ingin memberikan masukan kepadanya juga dimusuhi," tutur dia.

Dijelaskan, setelah mengundurkan diri pada 1999 dari Ketua PK, Syahrir tidak pernah melakukan kontak dengan Anugrah ataupun dengan keluarga lainnya. Ia menuturkan, ketika itu PK yang dipimpin Syahrir di Teluknaga tidak memiliki kader banyak, anggota PK ketika itu sangat terbatas.

Selama tahun 2000 hingga 2009, ujar Ruhammaben, Syahrir dan Syaifudin tidak pernah menjenguk keluarganya, termasuk mendatangi saudara-saudaranya yang lain. "Seharusnya sebagai adik, pantas jika Syahrir dan Syaifudin mendatangi rumah kakaknya, Anugrah, tetapi mereka berdua tidak pernah ke rumah Anugrah sampai saat ini," tandas Ruhammaben.



Artikel Yang Berhubungan