Thursday, 5 November 2009
Benih tanaman padi yang sudah disebar para petani di Tanon terancam mati, lantaran kurang stabilnya curah hujan. Guna mengatasi hal tersebut, para petani harus menyiapkan modal cukup besar sepanjang memasuki musim pancaroba.
Menurut salah seorang petani, Sugiyem, 40, setelah turunnya air hujan yang dimulai akhir Oktober lalu, para petani di Tanon meyakini saat ini sudah berlangsung musim hujan. Oleh karena itu, petani mulai menyebar benih padi untuk agenda penanaman. Namun, hal tersebut sedikit terkendala karena curah hujan dinilai masih kurang stabil.
“Saya harus memantau terus perkembangan benih saya setiap hari. Termasuk juga, kondisi cuaca. Kalau memang nanti selama beberapa pekan ke depan tidak kunjung turun hujan, saya harus merogoh saku untuk memasok air. Kalau tidak nekat seperti itu, saya justru merugi,” katanya saat ditemui Espos di areal sawahnya, Jumat (30/10).
Dia mengatakan, dalam rangka mendapatkan hasil maksimal, modal yang dimiliki harus besar. Paling tidak, hingga jutaan rupiah. Hal itu digunakan untuk biaya produksi, meliputibenih, tenaga, obat, pupuk, dan beberapa biaya tak terduga lainnya.
“Kebetulan, hasil Musim Kering (MK) kemarin sangat memuaskan. Separoh hasil itu saya tabung, dan separohnya lagi untuk penanaman padi saat ini,” katanya.
Hal senada juga dijelaskan petani lainnya, Darmo, 50. Dengan memiliki areal sawah seluas seperempat hektare, modal yang disiapkan minimal mencapai Rp 1 juta. Hal utama yang dipikirkan, yakni pemenuhan kebutuhan air. “Jika menginginkan benihnya dapat tumbuh subur, mestinya harus dipasok air dengan cukup. Nah, saat ini kan cuacanya masih kurang stabil, saya pun terpaksa sudah menggunakan mesin diesel dalam rangka memenuhi pasokan air,” ulas dia.
Apa yang sedang dilakukan, lanjut dia merupakan upaya untuk menghindari risiko lebih tinggi, yakni gagal tanam. Hampir setiap hari, Darmo membutuhkan bensin minimal 4 liter sebagai bahan bakar diesel. - Oleh : pso
Solopos
Artikel Yang Berhubungan
- Sidang Cerai Aa Gym Digelar 19 April
- Masalah dan Solusi Kesehatan di Usia 20-30 Tahun
- Masalah dan Solusi Kesehatan di Usia 40-60 Tahun
- Lumpuh Tidur tidak Berkaitan dengan Mistis
- Hancurkan Sel Lemak dengan USG
- Enzim Caspase 8 Bantu Pengobatan Kanker
- Fakta tentang Bahaya Racun Radiasi
- Kenali Penyebab Kematian Elizabeth Taylor
- Yuk, Bereksperimen Gaya dan Warna Rambut
- Jins Supermahal Rp17,8 Juta
- Hati-hati! Beredar Terasi Mengandung Zat Pewarna
- RSD Sumenep Krisis Dokter Spesialis
- Ilmuwan Temukan Vaksin Efektif untuk TB
- Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur
- Duh, Pengidap HIV/AIDS di Jayapura Didominasi Ibu Rumah Tangga
- Belum terbayar, Klaim Rp 1,8 Miliar untuk Pengobatan Korban Merapi di RSUP Dr Sardjito
- Duh, 36 Balita di Banjarmasin Alami Gizi Buruk
- Busana Terbaik di Ajang Golden Globe 2011
- Suguhan Eksotis di Tebing Bali
- Kelainan Genetik Sebabkan Bocah Perempuan di Bandung Berkelamin Ganda
- Tertipu Suami Berkelamin Wanita
- AA Gym Ceraikan Teh Ninih
- Wanita Jago Masak Masih Menjadi Dambaan
- Ibu Di Atas Usia 35 Tahun Disarankan Tidak Hamil
- Tampil Seksi Saat Hamil
Labels: Berita
0 comments:
Post a Comment